JUMLAH KAMBING YANG DIPOTONG UNTUK AQIQAH

Jumlah Kambing Yang Dipotong Untuk Aqiqah

Aqiqah adalah salah satu ibadah mahdoh, yaitu ibadah yang sudah jelas ketentuannya dalam ajaran Islam. Karena itu, menunaikan ibadah aqiqah harus mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam  fiqih para ulama telah menentukan jumlah kambing atau domba yang harus dipotong untuk aqiqah dengan berdasarkan kepada hadits.

Banyak umat Islam yang bertanya tentang jumlah kambing sembelihan aqiqah ini.  Terutama mereka yang hendak menunaikan ibadah aqiqah untuk putera-puteri mereka. Mereka berharap, ibadah yang mereka lakukan diterima oleh Allah swt. Berdasarkan hadits yang banyak dipegang oleh para ulama fiqih, disebutkan bahwa jumlah kambing atau domba yang disembelih untuk aqiqah anak laki-laki adalah dua ekor, sedangkan domba atau kambing yang disembelih untuk aqiqah anak perempuan adalah 1 ekor.

jumlah kambing yang dipotong untuk aqiqah
jumlah kambing yang dipotong untuk aqiqah

Ketetapan ulama fiqih tentang jumlah kambing atau domba yang harus disembelih untuk aqiqah itu berdasarkan atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa  Rasulullah saw. bersabda, “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi).

baca juga: Paket Aqiqah Lengkap.

Jumlah Kambing Yang Dipotong Untuk Aqiqah

Jumlah tersebut tentu saja berlaluk bagi orang yang diberikan rejeki yang berkecukupan. Sedangkan orang yang kemampuan rejekinya terbatas masih dibolehkan menyembelih hanya dengan seekor kambing. Meskipun anaknya laki-laki atau perempuan.  Hal itu berdasarkan atas hadits yang dari Ibnu Abbas ra, yang bunyinya “Rasulullah saw telah mengaqiqahkan Al-Hasan dan Al-Husain dengan satu ekor biri-biri.” (HR. Abu Dawud)

Juga riwayat dari Imam Malik, “Abdullah bin Umar ra. telah mengaqiqahkan anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan satu kambing-satu kambing.”

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pada dasarnya, kambing yang dipotong untuk anak laki-laki adalah 2 ekor, sedangkan untuk anak perempuan cukup satu ekor. Tetapi, dalam keadaan kesempitan rezeki, kita boleh melaksanakan aqiqah untuk anak laki-laki dengan cukup seekor kambing saja. Allah tidak membebani hambanya melainkan sesuai dengan kemampuannya. Wallahu a’lam bish-shawwab.

 

 

ANJURAN MEMASAK DAGING AQIQAH DAN MEMBAGIKANNYA

Anjuran Memasak Daging Aqiqah dan Membagikannya. Salah satu hikmah dari ibadah aqiqah adalah pada pembagian daging aqiqah kepada para tetangga atau orang-orang miskin yang membutuhkannya. Daging aqiqah yang kita bagikan tentu membuat mereka yang menerimanya akan senang. Apalagi buat orang yang suka makan daging kambing tetapi tidak memiliki cukup uang untuk membelinya. Dengan begitu, dengan membagikan daging aqiqah kepada orang lain berarti kita ikut membagikan kebahagiaan kepada mereka.

 Anjuran Memasak Daging Aqiqah dan Membagikannya
Anjuran Memasak Daging Aqiqah dan Membagikannya.

 

Lalu, apakah daging aqiqah yang kita bagikan masih berbentuk daging mentah atau daging yang sudah dimasak menjadi makanan siap saji? Imam Nawawi Asy-syafi’I dalam matan Minhajuth Thalibin, menyebutkan, “(Daging aqiqah) disunnahkan untuk dimasak (sebelum dibagikan).” Dengan dimasaknya daging aqiqah, ini menunjukkan kebaikan orang yang beraqiqah, kemuliaan akhlaknya serta tanda kedermawanan.  Dengan daging yang sudah dimasak, maka tidak merepotkan orang yang menerima dagingnya, karena mereka bisa langsung menyantapnya tanpa harus memasaknya terlebih dahulu.

Penulis kitab  Kifayatul Akhyar, Taqiyuddin Abu Bakr ra. Menjelaskan, “Hendaklah hasil sembelihan hewan aqiqah tidak disedekahkan mentahan, namun dalam keadaan sudah dimasak.

Baca Juga: Paket Aqiqah Lengkap.

Menurut Taqiyuddin Abu Bakr, hasil sembelihan yang sudah dimasak tadi akan lebih afdhal jika dibagikan atau dikirimkan kepada orang miskin. Akan tetapi jika kita mengundang orang miskin untuk berkumpul dan makan daging aqiqah tersebut di rumah kita sendiri, hukumnya boleh. Jadi, tidak mengapa jika kita mengundang orang lain untuk menyantap hasil sembelihan aqiqah dan dinikmati di rumah kita, sebagaimana  yang kita lakukan pada saat walimah nikah.

Jadi, jika kita hendak mengaqiqahkan putera puteri kita sebaiknya kita membagikan hewan aqiqah tersebut kepada para tetangga dalam bentuk sudah mateng atau siap santap. Dengan begitu para tetangga tidak perlu repot-repot lagi untuk memasak daging yang kita bagikan. Mereka bisa langsung menyantapnya bersama keluarga. Jika kita merasa kerepotan untuk mengolah daging aqiqah, Anda bisa meminta jasa layanan aqiqah untuk membantu anda mengolah daging aqiqah anda.

Anjuran Memasak Daging Aqiqah dan Membagikannya

 

MENUNAIKAN AQIQAH DI TENGAH WABAH COVID-19

Menunaikan Aqiqah di Tengah Wabah Covid-19. Wabah covid-19 yang melanda seluruh dunia telah merubah cara dan gaya hidup serta pola relasi antar sesama manusia. Kehangatan hubungan sosial yang biasanya kita rasakan dengan berkumpul bersama sanak keluarga dan para tetangga, kini tidak bisa lagi kita temukan. Semua kegiatan yang mendatangkan kerumunan banyak orang terpaksa dilarang. setiap orang dianjurkan untuk beraktifitas di rumah saja, baik untuk urusan pekerjaan maupun untuk urusan ibadah.

Lalu, bagaimana dengan ibadah aqiqah? Apakah kita tidak perlu menunaikan ibadah aqiqah, padahal kita mampu melakukannya? Pada dasarnya aqiqah hukumnya sunnah mu’akkadah, atau sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, jika kita merasa berat melaksanakan aqiqah pada masa pandemi ini, kita tentu saja bisa menundanya hingga keadaan kembali normal. Akan tetapi jika kita merasa perlu untuk tetap melaksanakan ibadah aqiqah, kita tetap bisa menunaikannya, asalkan dilakukan dengan mempertimbangan protap yang sesuai dengan himbauan pemerintah, yaitu tidak membuat kerumunan atau tidak membuat acara yang mengundang banyak orang.

Menunaikan Aqiqah di Tengah Wabah Covid-19

Pada masa pandemi seperti ini, daging aqiqah yang kita potong hendaknya kita bagikan kepada para tetangga atau orang-orang yang sangat membutuhkan. Apalagi, wabah covid-19 ini telah membawa dampak ekonomi yang serius pada sebagian masyarakat kita. Semakin banyak orang yang kekurangan dan kehilangan pekerjaan, sehingga mereka membutuhkan bantuan, meskipun untuk sekedar makan. Nah. kepada merekalah daging aqiqah yang kita potong kita berikan kepada mereka. utamakan sudah berbentuk masakan siap jadi. Dan tentu lebih afdhal lagi jika disertakan lengkap dengan nasinya, sehingga mereka bisa langsung menyantapnya.

Menunaikan Aqiqah di Tengah Wabah Covid-19

Jika kita khawatir keluar rumah, kita bisa meminta pihak jasa aqiqah untuk membagikan daging aqiqah yang kita pesan kepada orang yang membutuhkannya. Biasanya jasa aqiqah profesional sudah memiliki chanel atau link untuk menyalurkan pesanan aqiqah kita kepada orang-orang yang membutuhkannya. Bisa ke rumah yatim, panti asuhan dan pesantren-pesantren yang menampung anak-anak yatim. Wallahu a’lam.

Baca juga: Aqiqah Terbaik di Jabotabek.

Menunaikan Aqiqah di Tengah Wabah Covid-19

AQIQAH BAYI YANG KEGUGURAN

Aqiqah Bayi Yang Keguguran. Aqiqah adalah ibadah yang hukumnya sunnah mu’akkadh atau sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah saw sendiri menjadi panutan kita dalam ibadah ini. Beliau mengaqiqahkan cucu beliau Hasan dan Husein dengan dua ekor kambing pada hari ke tujuh dari kelahiran cucunya itu. Karena itu, sebagai umatnya tentu kita mencontoh cara beliau dalam menyamabut kehadiran anggota baru dalam rumah tangga kita.

Aqiqah untuk Bayi Yang Keguguran

Timbul pertanyaan, bagaimana jika anak yang baru dilahirkan itu langsung meninggal dunia atau keguguran, apakah tetap diaqiqahi? Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin ra, “Jika jabang bayi dilahirkan setelah bayi dalam kandungan sempurna empat bulan, ia tetap diaqiqahi dan diberi nama. Karena jabang bayi yang telah mencapai empat bulan dalam kandungan sudah ditiupkan ruh dan ia akan dibangkitkan pada hari kiamat.”

Aqiqah Bayi Yang Keguguran

Dalam satu kesempatan, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya, Jika seorang anak mati setelah ia lahir beberapa saat, apakah mesti diaqiqahi? Beliau menjawab, “Jika si anak termasuk mati beberapa saat setelah kelahiran, ia tetap diaqiqahi pada hari ke tujuh. Hal ini disebabkan anak tersebut telah ditiupkan ruh saat itu pada hari kiamat akan dibangkitkan. Dan diantara faedah aqiqah adalah seorang anak akan memberi syafa’at kepada kedua orang tuanya.”

Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa jika anak tersebut mati sebelum hari ketujuh, maka gugurlah aqiqahnya. Alasannya, karena aqiqah barulah disyari’atkan pada hari ke tujuh bagi anak yang masih hidup ketika itu.  Jika anak sudah meninggal sebelum hari ke tujuh maka gugurlah aqiqahnya. Akan tetapi bagi siapa yang dicukupkan rizki oleh Allah dan telah diberikan berbagai kemudahan, maka hendaklah ia menyembelih aqiqah. Jika memang tidak mampu, maka ia tidaklah dipaksa.

Baca juga: Aqiqah terbaik di Jabotabek

Aqiqah Terbaik di Kota Jakarta, Depok dan Bogor

Bagi Anda yang ingin mengaqiqahkan buah hatinya atau anggota keluarga lainnya, jangan salah memilih jasa layanan  aqiqah. Pastikan Anda hanya memilih jasa layanan aqiqah terpercaya dan berpengalaman.  Salah satu jasa layanan aqiqah profesional yang sudah berpengalaman dalam melayani pelanggan aqiqah di Jakarta, Bogor dan Depok adalah Mumtaz Aqiqah.

Mumtaz Aqiqah adalah jasa layanan aqiqah yang sudah berdiri sejak tahun 2009. Pengalaman selama lebih dari sepuluh di bisnis aqiqah membuat Mumtaz Aqiqah sangat expert dalam melayani para pelanggan aqiqah dari berbagai latar belakang. Semuanya dilayani dengan baik sesuai standard profesional.

Banyak kelebihan atayu keunggulan yang akan anda dapatkan jika Anda memesan paket aqiqah hanya di Mumtaz Aqiqah. Pertama, layanan aqiqahnya dijamin sesuai dengan syari’at Islam. Kambing dipilih yang sehat, gemuk, cukup umur, tidak cacat dan tidak kurus. Penyembelihan kambing dilakukan dengan standard juru sembelih halal (juleha).

Kedua, Mumtaz Aqiqah sangat  Expert dan berpenegalaman dalam mengolah masakan berbahan dasar kambing dan domba. Aneka masakan kambing dapat disiapkan oleh para juru masak di Mumtaz Aqiqah dengan lezat, higienis dan tidak berbau prengus. Semua masakan berbahan dasar kambing bisa anda pesan disini. Mulai dari sate, gule, sop, semur,  tongseng, kare, tengkleng, bahkan hingga kambing guling. Semua bisa dipesan.

Ketiga banyak gratisnya. Anda tidak perlu menambahkan biaya-biaya lain, selain yang tertera dalam daftar harga yang ada di Mumtaz Aqiqah. Anda akan mendapatkan gratis ongkos kirim, gratis biaya pemotongan atau penyembelihan, gratis buku Risalah Aqiqah dan gratis pinjam alat saji jika anda membutuhkan alat saji untuk sate dan gule.

Tertarik beraqiqah di Mumtaz Aqiqah? Hubungi Customer Servisnya: 085100221020 (WA)

Paket Kambing Aqiqah Cibinong Lezat dan Murah.

Aqiqah  Bayi Yang Keguguran

AQIQAH DENGAN DAGING KILOAN, BOLEHKAH?

Aqiqah dengan Daging Kiloan, Bolehkah? Bolehkah melaksanakan ibadah aqiqah tanpa memotong kambing atau domba? Bolehkah mengganti penyembelihan kambing atau domba aqiqah dengan membeli daging kambing yang dijual di pasar?

 

Aqiqah dengan Daging Kiloan
Aqiqah Depok terpercaya Kirim Seluruh Jabodetabek

Aqiqah adalah ibadah mahdhoh yang hukumnya sunnah mu’akkadah. Yang dimaksud ibadah mahdhoh adalah ibadah yang sudah jelas aturan dan tata caranya dalam syari’at Islam.  Karena itu, Aqiqah punya aturan dan tata cara sendiri yang sudah diatur dalam syari’at Islam.

Jika kita mengacu kepada hadits-hadits yang disandarkan kepada Rasulullah saw. jelas sekali disebutkan bahwa Rasulullah saw.  sendiri telah memberi contoh bagaimana aqiqah yang sesuai syari’at Islam. Yaitu beliau memotong dua ekor domba ketika beliau mengaqiqahkan cucunya, Hasan dan Husein pada hari ketujuh dari kelahiran mereka.

Aqiqah dengan Daging Kiloan, Bolehkah?

Lalu bagaimana jika kita mengganti kambing atau domba tersebut dengan cukup membeli daging saja? Apakah boleh kita cukup datang ke pasar membeli  daging kambing yang sudah disembelih, lalu memasaknya dan membagikannya kepada para tetangga dengan niat aqiqah? Tidak bisa.  Mengapa? Karena aqiqah bukan hanya terletak pada membagikan daging kambing, tetapi juga pada penyembelihan kambingnya sendiri. Kambing yang disembelih untuk aqiqah harus diniatkan untuk aqiqah pada saat penyembelihannya. Bahkan kita dianjurkan untuk menyebutkan nama anak yang diaqiqahkan pada saat menyembelih kambingnya.

Jadi, melaksanakan ibadah aqiqah tidak cukup dengan membeli daging saja. Aqiqah harus dilaksanakan dengan cara menyembelih hewan aqiqah berupa kambing atau domba. Tidak boleh hanya membeli daging di pasar, lalu membagikannya kepada para tetangga. Itu tidak syah, dan bukan termasuk aqiqah.

Ulama yang duduk di Lajnah Ad-Daimah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wa Ifta’ kerajaan Saudi Arabiah pernah ditanya, “Bolehkah penyembelihan kambing aqiqah diganti dengan membeli beberapa kilo daging ataukah aqiqah harus dengan jalan menyembelih?”

Jawabannya, “Tidak boleh. Aqiqah harus dengan jalan menyembelih seekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki.”

Demikian aturan dan tatacara aqiqah yang diatur dalam syari’at Islam. Oleh karena itu, jika kita ingin mengaqiqahkan anggota keluarga kita, pastikan bahwa jasa layanan aqiqah yang kita datangi adalah layanan aqiqah yang profesional. Jasa layanan aqiqah profesional adalah yang menangani pesanan aqiqah dari pelanggannya berdasarkan ketentuan syari’at, bukan asal bikin sate dan gule.

Mumtaz Aqiqah: Layanan Aqiqah Profesional sejabodetabek

Salah satu jasa layanan aqiqah profesional di Jabodetabek yang patut menjadi rekomendasi bagi anda adalah Mumtaz Aqiqah. Layanan aqiqah yang satu ini sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun melayani para pelanggan aqiqah di seluruh pelosok Jabodetabek. Layanannya bahkan sampai menjangkau ke Kepulauan Seribu, nun jauh di seberang lautan Teluk Jakarta.

Jasa aqiqah yang mengusung tagline Syukuri Kehadiran Buah Hati Sesuai Sunnah Nabi ini mengutamakan pelayanan yang sesuai syari’at Islam. Kambing atau domba dipilih berdasarkan aturan syariat Islam, yaitu sehat, gemuk, cukup umur, tidak cacat dan tidak kurus. Penyembelihan dilakukan dengan standard juru sembelih halal (juleha). Setelah disembelih dan dibersihkan, daging kambing diolah oleh para koki berpengalaman yang sangat expert dan berpengalaman mengolah masakan berbahan dasar daging kambing. Banyak pilihan menu yang bisa dipesan oleh para pelanggan, mulai dari sate dan gule, sop, semur, tongseng, bahkan kambing kambing. Semua dimasak dengan baha-bahan yang halal dan rempah-rempah yang segar, membuat masakan Mumtaz Aqiqah terkenal lezat dan tidak berbau prengus.

Jadi, tunggu apalagi? Anda mau aqiqah? Hubungi Mumtaz Aqiqah saja!

Untuk informasi dan pemesanan: 085100221020 (WA)

Baca juga: Jasa Aqiqah Profesional Jabodetabek

Aqiqah dengan Daging Kiloan

MENYEBUTKAN NAMA SAAT MENYEMBELIH

 Menyebutkan  Nama Saat Menyembelih. Aqiqah adalah ibadah mahdhah atau ibadah yang jelas aturan dan tata caranya. Artinya, ibadah aqiqah harus dilaksanakan sesuai dengan tatacara dan ketentuan yang diatur dalam syari’at Islam. Salah satu aturan atau tatacara yang diatur dalam syari’at adalah cara penyembelihan kambing. Penyembelihan kambing aqiqah harus sesuai dengan standar juru sembelih halal.

Menyebut Nama Ketika Menyembelih Aqiqah

Ketika menyembelih kambing atau domba untuk aqiqah, juru sembelih dianjurkan untuk menyebutkan nama bayi yang diaqiqahi dalam penyembelihan tersebut. Juru sembelih disyari’atkan membaca Basmalah saat menyembelih Aqiqah. Disunnahkan untuk menambahkan takbir sebagaimana bacaan saat menyembelih hewan kurban. Disunnahkan pula untuk menyebutkan nama anak yang diaqiqahi.

Bacaannya, “Bismillaahi Allahu Akbar, Hadizhi Aqiqatu Fulan bin Fulan  (disebutkan nama anak yang mau diaqiqahi).

Menyebutkan  Nama Saat Menyembelih 

Diriwayatkan al-Baihaqi dan lainnya, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyembelih Aqiqah milik Al-Hasan dan al-Husain berupa dua ekor domba pada hari ketujuh. Beliau perintahkan agar menghilangkan kotoran dari kepalanya (mencukur rambut keduanya) dan beliau bersabda, “Sembelihlah atas namanya, dan bacalah:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللهُمَّ لَكَ وَإِلَيْكَ هَذِهِ عَقِيْقَةُ فُلَانٍ

“Dengan menyebut nama Allah, Allah maha besar, ya Allah ini milikmu dan akan kembali kepadamu, ini adalah Aqiqah fulan.”

Atau, saat menyembelih, berikut ini doa yang dipanjatkan:

ِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ …

Bismillâhi wallâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu…(sebutkan nama anak yang mau diAqiqahi).

Pilih Jasa Aqiqah Terbaik

Karena aqiqah adalah ibadah mahdhah, maka kita tidak boleh sembarangan menyerahkan ibadah aqiqah anggota keluarga kita kepada jasa aqiqah yang tidak profesional. Pastikan bahwa jasa aqiqah yang kita amanahi mengerjakan aqiqah kita benar-benar paham aturan dan tatacara melaksanakan aqiqah yang sesuai dengan syari’at Islam.

Salah satu jasa aqiqah di Jabotabek yang sangat profesional dan berpengalaman dan menangani aqiqah adalah Mumtaz Aqiqah. Jasa layanan aqiqah ini sudah berpengalaman lebih dari sepuluh tahun melayani para pelanggan aqiqah dari seluruh Jabodetabek. Berdiri tahun 2009, Mumtaz Aqiqah menjadi jasa aqiqah yang paling layak anda rekomendasikan.

Artikel lain: Jasa Aqiqah Profesional di Jabodetabek

Menyebutkan  Nama Saat Menyembelih 

JUMLAH KAMBING UNTUK AQIQAH

Jumlah Kambing Untuk Aqiqah

Berapakah jumlah kambing atau domba yang disembelih untuk aqiqah? Disini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Imam Malik berpendapat bahwa baik laki-laki maupun perempuan masing-masing diaqiqahi dengan satu ekor kambing. Sedangkan kebanyakan ulama lain, seperti Imam Asy-Syafi’i, Abu Tsaur, Abu Daud, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa laki-laki hendaknya diaqiqahi dengan dua ekor kambing, sedangkan perempuan dengan satu ekor kambing.

Jumlah Kambing yang Disembelih Untuk Aqiqah

Jumlah Kambing  Untuk Aqiqah

Perbedaan pendapat itu disebabkan oleh perbedaan dalil dalam masalah tersebut. Pendapat sebagian besar para ulama yang menyebutkan bahwa anak laki-laki diaqiqahi dengan dua ekor kambing didukung oleh beberapa hadits, salah satunya berikut ini:

Hadits Riwayat Ahmad:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ. احمد 2: 604، رقم: 2725

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berkehendak untuk mengaqiqahkan anaknya maka kerjakanlah. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding dan untuk anak perempuan satu ekor kambing“. [HR. Ahmad juz 2, hal. 604, no. 2725]

Sedangkan Imam Malik berpegangan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud; Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah mengaqiqahi Al-Hasal dan Al-Husain, masing-masing dengan satu ekor domba.” (HR Abu Daud no. 2841).

Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengomentari hadits riwayat  Abu Daud ini dengan mengatakan bahwa hadits ini shahih, tetapi riwayat yang mengatakan dengan dua kambing itu yang lebih shahih.

Riwayat yang lebih shahih yang dimaksud oleh Syaikh Al-Albani adalah hadits yang juga berasal dari Ibnu Abbas tetapi diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, yang berbunyi, Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain, masing-masing dua ekor domba.” (HR. An-Nasa’i no. 4219)

Kesimpulan: Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa aqiqah pada anak laki-laki dianjurkan dengan dua ekor kambing, sedangkan pada anak perempuan dengan satu ekor kambing. Akan tetapi jika tidak sanggup, maka boleh juga anak laki-laki diaqiqahi dengan satu ekor kambing, dan itu dianggap syah.

Artikel lain: Jasa Layanan Aqiqah Depok

Mau aqiqah yang syar’i?

Hubungi Mumtaz Aqiqah: 085100221020

Jumlah Kambing  Untuk Aqiqah

 

KETENTUAN TENTANG HEWAN AQIQAH

Ketentuan tentang Hewan Aqiqah. Jika kita mengacu pada hadits-hadits tentang aqiqah, maka jelas bahwa hewan yang dipotong untuk aqiqah adalah kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Akan tetapi kambing atau domba jantan lebih afdhol daripada yang betina.

Ketentuan tentang Hewan Aqiqah

Dibolehkannya kambing betina untuk aqiqah berdasar atas hadits dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasulullah saw. bersabda, “Bagi anak laki-laki (disembelihkan) dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan) satu ekor. Dan tidak membahayakan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) jantan atau betina” (H. R. Ahmad dan Tirmidzi).

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh hewan aqiqah adalah kambing yang disembelih harus mencapai umur 1 tahun dan sehat, tanpa cacat. Tetapi jika menyulitkan, kita boleh menyembelih domba berumur 6 bulan. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah saw.:

“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba.” (HR. Muslim no. 1963)

Musinnah dari kambing adalah yang telah berusia satu tahun (masuk tahun kedua). Sedangkan Jadza’ah adalah domba yang telah berusia enam bulan hingga satu tahun. Jadi dari hadits ini bisa disimpulkan bahwa domba berusia setengah tahun (jadza’ah) boleh disembelih untuk aqiqah.

Ketentuan tentang Hewan Aqiqah

ini beberpa hal yang harus diperhatikan dalam memilih hewan aqiqah:

  1. Hewan aqiqah boleh jantan atau betina, tetapi yang lebih afdhal adalah jantan.
  2. Syarat hewan aqiqah sama dengan hewan qurban, yaitu hewan yang baik, tidak cacat, tidak sakit dan tidak sangat kurus.
  3. Lebih bagus memilih hewan aqiqah yang berwarna putih.
  4. Dianjurkan memilih yang gemuk, yang besar dan paling bagus.
  5. Jika yang disembelih adalah dua ekor kambing atau domba untuk anak laki-laki, maka hendaklah dua domba atau kambing itu setara atau serupa besar dan bobotnya, termasuk umurnya.

Nah, bagi Anda yang ingin mengaqiqahkan anggota keluarga dengan kambing atau domba aqiqah yang sesuai dengan syariat Islam seperti ketentuan diatas, maka segera hubungi pusat layanan aqiqah terbaik di Jabodetabek, Mumtaz Aqiqah. Mumtaz Aqiqah adalah pusat layanan aqiqah profesional yang berpengalamana lebih dari sepuluh tahun melayani para pelanggan aqiqah di seluruh Jabodetabek. Berdiri sejak Februari 2009, Mumtaz Aqiqah patut menjadi jasa layanan aqiqah yang paling direkomendasikan di seluruh Jabodetabek.

Hubungi Mumtaz Aqiqah di: 085100221020

baca artikel lain: Jasa Aqiqah Jakarta Profesional dan Berpengalaman

Ketentuan tentang Hewan Aqiqah

HUKUM MENGAQIQAHKAN DIRI SENDIRI

Hukum Mengaqiqahkan Diri Sendiri. Banyak orang yang belum sempat diaqiqahkan ketika mereka masih kecil. Bisa jadi karena orangtua mereka tidak paham hukumnya aqiqah. Atau yang paling banyak terjadi biasanya karena orangtuanya tidak punya cukup uang untuk melaksanakan aqiqah ketika anak mereka lahir, bahkan hingga si anak berusia baligh. Lalu, bagaimana jika seorang anak belum diaqiqahkan ketika masa kecilnya ingin mengaqiqahkan dirinya sendiri ketika dewasa?

Hukum Mengaqiqahkan Diri Sendiri

Beberapa ulama berbeda pendapat tentang siapa saja yang dituntut melakukan aqiqah. Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa aqiqah dituntut dari orang tua yang menanggung nafkah si anak. Orang tua mengeluarkan biaya aqiqah dari hartanya dan bukan dari harta anaknya. Jadi, yang dibebankan untuk melaksanakan aqiqah adalah bapak, atau orang yang memenuhi nafkah dari anak yang diaqiqahi. Lalu, bagaimana jika anak yang telah dewasa tersebut ingin mengaqiqahi dirinya sendiri karena ia telah mampu?

Hukum Mengaqiqahkan Diri Sendiri

Ibnu Qudamah mengatakan jika seorang anak belum diaqiqahi sama sekali, kemudia baligh dan telah bekerja, maka dia tidak wajib untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

Sedangkan Imam Atha dan Hasan Al Basri mengatakan, dia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri karena aqiqah itu dianjurkan baginya dan ia tergadai dengan aqiqahnya. Karena itu, dia dianjurkan untuk membebaskan dirinya.

Perihal ini, Syek Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa pendapat yang lebih utama yaitu dianjurkan untuk aqiqah diri sendiri. Karena aqiqah merupakan sunnah yang ditekankan. Apabila orang tua tidak mampu melaksanakannya, disyariatkan untuk melakukan aqiqah tersebut jika telah mampu.

Dalam mazhab Syafi’I, penulis kitab Fathul Qorib, Muhammad Bin Qosim Al-Ghozzi berkata, “Aqiqah tidaklah luput jika diakhirkan setelah itu. Jika aqiqah diakhirkan hingga baligh, maka gugurlah tanggung jawab aqiqah dari orangtua terhadap anak. Adapun setelah baligh, anak punya pilihan bisa untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.”

Beberapa ulama menganjurkan mengaqiqahi diri sendiri seperti Ibnu Sirin dan Al-Hasan Al-Bashri. Ibnu Sirin berkata, “Seandainya aku tahu bahwa aku belum diaqiqahi, maka aku akan mengaqiqahi diriku sendiri.”

Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Jika engkau belum diaqiqahi, maka aqiqahilah dirimu sendiri jika engkau seorang laki-laki.”

Baca juga: Paket Aqiqah Jakarta Profesional

Anda mau aqiqah? Percayakan Ibadah aqiqah Anda sekeluarga kepada jasa layanan Aqiqah profesional: Mumtaz Aqiqah

Hubungi: 085100221020.

Hukum Mengaqiqahkan Diri Sendiri

AQIQAH DEPOK CILODONG SYAR’I DAN LEZAT

Aqiqah Depok Cilodong Syar’i dan Lezat. Aqiqah adalah ibadah bernilai sunnah mu’akkadah, atau sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur kita atas hadirnya buah hati kita dalam keluarga. Buah hati yang diamanahkan oleh Allah SWT itu patut kita syukuri dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu dengan melakukan aqiqah.

Zaman now, tidak ada lagi alasan yang menyebutkan bahwa aqiqah itu ribet dan merepotkan. Anda tidak perlu bersusah payah mencari kambing kesana-kemari, memotongnya, menguliti dan memasaknya.  Anda cukup ambil HP Anda dan menelpon jasa layanan aqiqah yang banyak tersebar di setiap kota di tanah air.

Aqiqah Depok Cilodong Syar'i dan Lezat
Aqiqah Depok Cilodong Syar’i dan Lezat

Khusus buat Anda yang tinggal di Cilodong, Anda tidak perlu repot-repot mencari jasa layanan aqiqah yang paling top di dekat Anda. Pastikan Anda hanya menghubungi layanan  Aqiqah terpercaya dan paling berpengalaman di Cilodong Depok, yaitu Mumtaz Aqiqah. Jasa layanan aqiqah ini terletak di Jalan Kalimulya, Cilodong Depok. Kantor dan dapurnya berada di pinggir jalan utama yang menghubungkan Pasar Pucung dengan Bensin Biru Depok.

Aqiqah Depok Cilodong Syar’i dan Lezat

Mumtaz Aqiqah beridiri sejak Februari 2009. Bahkan sebelum mendirikan Mumtaz Aqiqah, pemiliknya telah bergelut di bidang aqiqah sejak tahun 2004. Beliau membuka cabang marketing Depok dari jasa aqiqah yang telah lebih dahulu berdiri di Tanjung Priok Jakarta. Dengan pengalaman lebih dari sepulu tahun melayani para pelanggan Aqiqah, maka tidak heran jika Mumtaz Aqiqah selalu menjadi jasa aqiqah yang direkomendasikan oleh para pelanggannya.

Sejak awal Mumtaz Aqiqah menyadari bahwa aqiqah adalah ibadah sunnah mu’akkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Oleh karena itu, Mumtaz Aqiqah menetapkan standard-standard pelayanan yang sesuai dengan syari’at Islam. Yaitu menyediakan hewan aqiqah yang berkualitas (sehat, cukup umur dan tidak cacat atau tidak sedang sakit).  selain itu, Mumtaz Aqiqah juga sangat expertproses pengolahannya sehingga menjadi makanan siap santap yang halal, lezat dan higienis.

Baca Artikel lain: Aqiqah Jakarta Berpengalaman.

Mumtaz Aqiqah juga telah berpengalaman dalam mengelola masakan berbahan dasar kambing. Mulai dari gule, sate, sop, semur, tongseng hingga kambing guling. Dengan penanganan daging yang benar sejak pemotongan ditambah racikan bumbu-bumbu pilihan membuat menu masakan kambing jadi lezat, empuk dan tidak berbau prengus.