hukum aqiqah bayi baru lahir dalam islam

Hukum Aqiqah Bayi Baru Lahir Dalam Islam. Aqiqah merupakan sembelihan hewan (kambing dan domba) untuk anak yang baru lahir dan dilakukan pada hari ketujuh dari kelahirannya.

Aqiqah sudah dikenal oleh masyarakat Arab sebelum Rasulullah saw. lahir. Hanya saja, pelaksanaannya sangat berbeda. Pada masyarakat Arab Pra-Islam, darah hewan yang disembelih untuk aqiqah biasanya akan dilumuri kepada kepala anak yang diqiqahi. Dalam tradisi Islam, darah aqiqah yang dilumuri ke kepala si anak diganti dengan minyak wangi, sehingga unsur-unsur menjijjikan dan kotor dalam tradisi aqiqah masayarakat Pra-Islam dihilangkan.

Sebenarnya hukum menunaikan ibadah aqiqah ini ada bermacam-macam. Ada ulama yang memandang aqiqah sebagai ibadah yang wajib (Daud, Ibnu Hazm, Hasan Al-Basri dll) sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hukum aqiqah tidak wajib dan tidak pula sunnah. Tetapi pendapat ini banyak dibantah atau ditentang oleh beberapa ulama dengan menunjukkan banyaknya hadits-hadits tentang aqiqah yang saling menguatkan.

Hukum Aqiqah bayi baru lahir dalam Islam, setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.
Hukum Aqiqah dalam Islam

Hukum Aqiqah Bayi Baru Lahir Dalam Islam

Sementara itu, jumhur ulama atau mayoritas ulama berpendapat bahwa ibadah aqiqah hukumnya Sunnah atau Sunnah mu’akkadah atau Sunnah yang sangat dianjurakan dalam Islam, sebagaimana dalil  atau hadits-hadits tentang aqiqah yang telah kami paparkan di atas. Pandangan atau pendapat inilah yang dipegang oleh mayoritas umat Islam, termasuk di Indonesia.

Sayyid Sabiq-rahimahullah berkata, “Hukum aqiqah adalah Sunnah mu’akkadah (Sunnah yang sangat dianjurkan) walaupun si ayah (yang membiayai aqiqah) adalah orang yang dalam keadaan sulit. Rasulullah SAW sendiri tetap melaksanakan aqiqah, begitu pula sahabatnya. Telah diriwayatkan oleh penyusun kitab Sunan bahwa Nabi SAW pernah mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain masing-masing dengan satu ekor kambing. Sedangkan ulama yang mewajibkan aqiqah adalah AL-Laits dan Daud Azh-Zhohiri.”

Inilah hukum yang dipegang oleh mayoritas ulama dan diikuti pula oleh mayoritas umat Islam. Dengan begitu maka bisa disimpulkan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. karena banyak sekali hadits-hadits yang membahas tentang aqiqah. sementara Rasulullah saw. sendiri mempraktekkan ibadah ini ketika cucu beliau, Hasan dan Husein lahir.

Artikel lain: Aqiqah Depok Siap Saji.

Hukum Aqiqah Bayi Baru Lahir Dalam Islam

Anda butuh jasa Aqiqah profesional dan berpengalaman? Mumtaz Aqiqah Jawabnya!

Ridwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *